Rp 108.000

Rp 120.000-12rb

Novel Pincalang : Berdasarkan Kisah Nyata | Kata Buku

1 orang sudah melihat ini
Tersisa 200

Spesifikasi Buku

Penerbit
ISBN
ISBN
Ukuran
15 x 21 cm
Halaman
272 Halaman
Cover
Soft Cover
Berat
300 Gram

Tentang Buku Ini

Pincalang adalah komunitas manusia perahu yang hidup di pesisir barat Pulau Sumatera. Amat adalah salah satunya. Di atas perahu Amat dilahirkan dan dibesarkan. Ayah Amat sudah mengajarinya sejak kecil untuk menaik-turunkan layar, mengemudi perahu, melihat bintang, merasakan angin, mencium bau karang, dan merawat terumbu karang. Sebagai manusia Pincalang, Amat hidup dari pulau ke pulau, membuat kopra dan memasak minyak, menangkap ikan, dan membuat ikan asin. Semuanya dilakukan di atas perahu. Mereka juga membuat arang dari kayu bakau yang terkenal keharumannya. Mereka diajarkan oleh kearifan lokal untuk menjaga alam, laut dan terumbu karang, agar mereka mendapat hasil terbaik dari alam. Ketika Amat dewasa dan menikah, ia berkenalan dengan Tuan Haji dan Tuan Guru, Amat mulai belajar membaca, menulis dan berhitung. Dia juga bertekad akan menyekolahkan anak-anaknya. Amat juga semakin rajin berdagang sehingga dia tidak ditipu oleh tauke-tauke di daratan. Amat telah mengajarkan manusia Pincalang lainnya agar tidak dibodohi oleh manusia daratan. Hingga suatu saat modernisasi menghantam. Para kapitalis berlomba mengeruk hasil laut dengan kapal-kapal modern. Perahu Pincalang pun tersisih, hutan bakau digunduli, biota laut dibabat tanpa ampun. Alam pun menangis, tak sanggup lagi memberikan hasil terbaik buat manusia, dan kehidupan kaum Pincalang pun terancam punah.


Ulasan Buku

Belum ada ulasan untuk buku ini

Hanya pembeli buku ini yang bisa melakukan ulasan untuk memastikan ulasan yang jujur dan akurat.